Thursday, December 25, 2008

Honda Civic Body Kit

Looking to customize your Honda Civic to make it as cool as it can be? Find out what is available for Honda Civic upgrades with these recommendations and tips. From Honda Civic body kits to other modifications, there are a lot of choices available.


When upgrading your Honda Civic, there are three basic things most people would like to do to gain performance, style, and looks. The first is a body kit. Next, most people want to add personalization to the interior. Last, we want to talk about engine modifications. These upgrades you may want to do in any particular order, depending on your personality. I started with my engine. I want my
car to be a “sleeper”. When I add a body kit, then I’ll have the muscle to back it up. But it all depends on you. Let’s start with the body kit for your Honda Civic.


If you have a pre-1988 Honda Civic, body kits were made, but they are hard to find. There really wasn’t much of an internet, so the market was limited to larger cities or Japan. Today, you could search for a used Mugen kit and probably find one on the internet. For later Civics, there are a couple of good choices. Stillen and Greddy offer quality components. When purchasing bargain components, remember you may have to modify the kit for proper alignment. For example, the exhaust may not be exactly in the right spot. Rework time to your Civic may end up costing you as much as a higher quality kit. I’ve looked at the kits you can buy a piece at a time due to my budget. Adding the front air dam to keep the car on the ground, side skirts and a rear valance all at once can be a little imposing on the pocketbook.

Interior modifications may not impress anyone as you drive down the street, but if the car looks good on the outside, you’ll want that Civic sharp on the inside. A torn seat or other imperfections are a good place to start. Most people start with the radio. But if you have a newer Civic or Accord and the radio is already pretty good, what can you do to add your own style? Add some gauges. You can add a pillar mount gauges the A-frame that supports the roof. A company called Lotek makes nice gauge pods.

When you add the gauges, now you have interior style and you can keep better check on your motor instead of relying on a red warning light. The first thing to do is get a free flowing intake. Not only do these look good in the engine compartment, but also they help the car breath better. There are several to choose from, but I’m biased towards K & N Products. They fit perfectly and are completely washable. Be warned, you can here the engine breathing when you hit the gas! It’s so cool!

I hope these gave you a good starting point on what you can do with your Honda Civic, Accord, or Prelude. Personalizing your car makes it your car, not just another Honda.
Read More......

Modif lampu tiger ke lampu mobil kijang

Pemasangan Lampu Model Kijang Lama di Tigi Kesayangan
Alat-alat yang di perlukan
1. Tang
2. Obeng (-) dan (+)
3. Kunci 12mm
4. Gunting
5. Lem Aibon (Optional)
Spare Part yang di perlukan
1. Rumah Lampu (reflector) Model Kijang Lama (Halogen)
Kisaran Rp. 30.000 s/d 70.000 tergantung merk dan model reflector
perhatikan garis yang ada di kaca lampu, ini mempengaruhi penyebaran cahayanya
2. Bohlam Lampu model 4H berkaki 3 + soketnya
Kisaran Harga Rp. 12.000 – 45.000 tergantung merk dan watts
Saran : gunakan merk Philip/Hella dengan watts terendah 55/60 watts (sudah cukup terang)
3. Relay kaki 4 sebanyak 2 buah
Harga satuan sekitar 15.000an
Saran : gunakan merk hella (Germany)
4. Soket Relay sebanyak 2 buah
Biasanya sudah ada kabelnya sekitar 10cm an – terdiri dari 4 warna
Kisaran harga 5.000 s/d 10.000
Bisa juga merangkai sendiri kabel-kabelnya disesuaikan dengan pajang yang diperlukan
5. Rumah sekring model botol sebanyak 2 buah
Cari yang sudah ada kabel di kedua ujungnya
Kisaran harga 2.000 s/d 5.000
6. Sekring (15a)
Biasa dijual per kotak isi 5 buah (sisanya buat spare)
7. Kabel 4 warna masing masing 2 meter (sesuai kebutuhan)
Cari kabel yang berserabut kasar jangan yang halus (yang halus biasa digunakan untuk speker dan cenderung tidak tahan panas)
Kisaran harga 1.000 s/d 2.500 per meter
8. Solasi (Cellulose Tape)
Cari solasi yang berwarna hitam dop (tidak mengkilap), biasa yang digunakan merk unibel daya rekat lumayan kuat
Kisaran harga 3.000 s/d 15.000 tergantung ukuran besar dan kecilnya
Cara Pengerjaan
1. Sebelum buka ring lampu beri tanda “titik atas” pada ring lampu tersebut,
2. lepaskan ring lampu dari rumahnya, jangan lupa lepaskan kabel-2 nya
3. lepaskan reflector dari ring lampu tersebut, buka kedua kancing reflector berupa kawat, ungkit dengan menggunakan obeng (-), kemudian pisahkan antara ring lampu dengan reflectornya,
4. ungkit kebagian luar kuping plat penjaga reflector dengan menggunakan tang, hati-hati jangan menekannya terlalu keras (sebaiknya gunakan lap halus untuk menahan ring lampu agar tidak tergores), hingga rata dengan badian dalam ring
5. masukkan reflector yang baru, perhatikan tanda panah yang ada di kaca lampu arahkan satu titik dengan tanda yang ada di ring lampu, tekan sampai rata benar, hindari pukulan benda keras ke arah reflector (hati-hati pecah),
6. apabila sudah rata benar lumuri dengan lem aibon bagian sisi lampu yang menempel ke ring lampu tersebut boleh beberapa titik saja atau sekelilingnya (tergantung selera anda)
7. biarkan beberapa saat hingga lem tersebut mongering, sambil menanti lakukan langkah berikut
8. pasang rangkaian kabel+relay+sekring ke tubuh tigi anda (lihat gambar)
9.berhubung reflector yang baru lebih besar dari reflector tigi, terpaksa dech kabel-2 yang ada keluar dari rumahnya (maaf ya kabel terpaksa ente tidur di luar)
10. pasang kembali lampu anda dengan reflector yang baru
11. Selamat Menikmati Lampu Tigi Rasa Kijang
Selama Mencoba dan nikmati penerangan baru anda
Read More......

Thursday, December 18, 2008

Kuda Besi Asal Jerman


Untuk kenyamanan pengendara pada bagian bawah jok dipasang per spiral. Sedangkan untuk tabilitas, motor dilengkapi suspensi teleskopik dan lengan ayun.Kehadiran motor BMW untuk pertama kalinya di ndonesia diawali pada 1960-an dimana motor-motor itu dipergunakan untuk pegawai perkebunan PTP) dan para pastur. Sejak itu bermunculan berbagai tipe motor BMW seperti R25, R26, dan R27 dengan mesin engkel atau satu silinder. Ketangguhan motor ini terbukti sangat baik, karena sampai kini motor-motor tersebut masih berkeliaran di jalan-jalan. Selain keluaran tahun 1960-an ada pula yang memilik BMW keluaran 1950-an. Biasanya motor didapat dari para kolektor atau orang-orang berduit yang sengaja memesan motor tersebut dari Jerman sebelum masuknya motor-motor yang dipergunakan oleh pegawai perkebunan dan para pastur. Seperti motor BMW R51 produk 1951 milik Yongky ini. Kehadiran R51 memang berbeda dari motor tipe lainnya. Karena langka R51 banyak diburu para kolektor motor klasik. Disainnya sepintas sama dengan tipe R26 atau R27, perbedaan yang sangat kentara R51 menggunakan mesin jenis boxer. Sedangkan R26 dan R27 masih memakai mesin model satu silinder. Untuk sistem suspensinya R51 sudah menggunakan sistem suspensi teleskopik di roda depan, tidak menggunakan suspensi model multi link seperti yang dipergunakan pada R27. Sedangkan belakangnya menggunakan suspensi model lengan ayun dilengkapi sokbreker model hidrolik dan per. Untuk menambah kenyamanan, jok model engkel yang dipergunakan R51 dilengkapi per spiral. Sehingga, saat melintasi jalan bergelombang tidak hanya suspensinya di kedua roda yang mampu meredam guncangan, tapi per di jok tersebut pun mampu mengimbangi guncangan yang terjadi. Akibatnya bantingan yang terjadi tak begitu mengguncang pengendara. Motor berkapasitas 500cc ini bermesin boxer dengan katup di atas atau dikenal dengan sebutan mesin OHV (over head valve). Sistem pemasukan bahan bakarnya masih menggunakan sistem karburator. Sayangnya pada motor ini karburator aslinya tak terpasang, disebabkan datang dari Jerman. Terpaksa untuk mensuplai bahan bakar ke ruang mesin, oleh Yongky dipasangkan karburator Mikuni milik Suzuki trail (TS). Dengan karburator Mikuni bersistem throttle (piston) mampu memberikan pasokan bahan bakar dengan cukup baik. Terbukti mesin bisa idle dengan baik dan tarikannya tak mengalami hambatan. Biasanya yang sering terjadi bila tidak menggunakan karburator aslinya, mesin motor sulit untuk stasioner dan tarikan saat berakselerasi terasa tersendat-sendat. Bahkan, bisa jadi mesin "batuk-batuk" atau nembak-nembak di knalpot. Sistem pengapian yang dipergunakan R51 masih merupakan sistem konvensional, sistem platina dan kondensor. Sedangkan pembangkit listriknya menggunakan sistem spul dan magnet. Untuk penerangan yang lebih baik, sistem kelistrikan standar berkekuatan 6volt kebanyakan diubah jadi 12volt. Agar sorotan lampu lebih optimal, lampu standarnya diganti lampu jenis halogen. Tapi banyak pula pemilik motor yang tetap mempertahankan keorisinalannya, sehingga sorotan lampu kurang begitu terang. Untuk menghidupkan mesin R51, bisa digunakan sistem starter kaki atau kick starter. Uniknya, kick starter ini berada di sebelah kiri mesin. Bagi yang terbiasa dengan motor Jepang dengan motor ini tentu bingung dan akan mengalamai kesulitan. Untuk itu untuk menghidupkan R51, mau tak mau pengendara harus turun dari motor. Cara menstarternya pun tak sembarangan, karena bisa jadi motor sulit hidup dan kaki terhantam pedal kick starter. Caranya pastikan pedal kick starter berada di bagian tengah jarak penginjakan, lalu injak pedal itu hingga ke bawah. Jadi, jangan menginjak atau menekan pedal kick starter bila posisinya masih berada di atas. (Arm)
Read More......

iMiEV Melaju Tanpa Deru


Saat berada di belakang setir mobil ini, tak ada yang berbeda dibandingkan dengan mobil konvensional. Perlengkapan kontrol untuk menjalankannya sama saja. Begitu juga bentuknya, yaitu setir, pedal rem dan akslerator (gas), rem tangan, tongkat pemindah gigi tipe “gate” seperti transmisi otomatik versi sekarang, kontak starter dan panel instrumen. Setelah mengetahui posisi perlengkapan kontrol mobil, agar mobil bisa dijalankan, target berikutnya adalah mencari lokasi “kunci kontak”. Berada di setir, seperti mobil biasa. Pengoperasian cukup dengan memutarnya. Ketika kunci kontak di- “ON”-kan, layar instrumen menayangkan “O” (nol) pada speedometer. Indikator transmisi dan dan tripmeter pun muncul dalam tayangan digital. Sederhana sekali!. Di bagian tengah dashboard, pada layar monitor muncul peta dengan keterangan dalam huruf kanji. “Masih asli Jepang!”Tanpa Getaran Pada mobil dengan mesin konvensional atau motor bakar, saat kunci kontak “ON” atau hendak dijalankan, getaran dan suara mesin adalah pertanda siap jalan! Nah, pada mobil listrik seperti iMiEV ini, tak ada getaran dan deru. Akibatnya, kita belum yakin mobil ini siap dijalankan. Sebenarnya, iMiEV bukanlah mobil listrik pertama yang saya coba. Pada 1992, saya sudah pernah mencoba listrik VW di Geneve de Mondiale atau Pameran Mobil Jenewa. Waktu itu yang saya rasakan, saat hendak menjalankan mobil, belum yakin siap dijalankan. Pasalnya, tak ada getaran dan deru mesin. Hal yang sama terulang kembali pada iMiEV! “Ini sudah siap dijalankan,” tanya saya kepada Takayuki Yatabe yang duduk di jok penumpang depan dan merupakan orang yang bertanggung jawab dalam teknologi mobil listrik buatan Mitsubishi ini.Takayuki yang masih muda itu, menjawab,”Ya. Siap dijalankan! Namun, motor listrik belum bekerja.” Artinya, aki belum menggerahkan energi ke motor listrik. Sedangkan pada mesin bensin atau diesel, dipastikan energi sudah digunakan untuk menghidupkannnya. Pedal rem saya injak. Rem tangan diturunkan. Posisi tongkat transmisi semua di “P”, segera digeser ke “D”. Saat transmisi saya opeasikan itulah, Takayuki menyuruh saya untuk menginjak pedal rem. Setelah pedal akselerator di tekan, mobilo bergerak. Tak ada getaran, tak deru mesin yang semakin besar. Suasana senyap. Saya coba menggunakan rem, ternyata bisa beropresi dengan pakem. Mobil bisa diajak meluncur dengan lancar. Efek “Engine Brake” Sedikit berbeda adalah huruf-huruf yang tertera paa transmisi. Ternyata sedikit berbeda dibandingkan dengan mobil transmisi otomatik. Pada iMiEV ditulis”P, R, N, D, Eco dan B”. Huruf terakhir ini yang berbeda. Takayuki pun menjelaskan, fungsinya sebagai rem tambahan atau pengaman yang digunakan saat mobil berada di turunan. Sedangkan “Eco” yang juga sudah banyak diaplikasikan pada mobil-mobil sekarang, ditugaskan untuk mengirit energi atau melaju dengan santai. Namun yang pasti, saat mobil melaju dengan posisi “D”, tenaga terasa cukup besar. Akselerasinya juga responsif, terutama saat start dari diam. Untuk kondisi lain, karena memang tidak bisa dikebut secara maksimal , belum banyak yang diketahui. Pasalnya, setiap wartawan hanya diberi waktu 2 menit mengetesnya di sirkuit supermini. Ingin mendapatkan pengalaman naik iMiEV sebagai penumpang saja? Cepat-cepatlah datang ke stand Mitsubishi di Arena Pekan Raya Jakarta dalam rangka Indonesia-Japan Expo 2008 yang berlangsung sampai 9 November ini! ZBJ

Read More......